Pasca
pelatihan Training of Trainer (TOT) Media sosial sebagai ruang dialog yang
dilaksanakan pada tanggal 14-17 Juni 2023 di Hotel HOM Premier Yogyakarta, Madrasah
damai sebagai salah satu lembaga yang mewakili kegiatan tersebut, mengeksekusi
rencana tindak lanjut yang telah direncanakan.
Dalam
diskusi rencana tindak lanjut tersebut, tim madrasah damai merencanakan pelatihan
media sosial sebagai ruang dialog dengan menjaring santri dan mahasiswa yang
berada di lingkungan Pati dan juga berencana untuk membuat film, yang nantinya
jangkauan dari audiennya lebih luas dan beragam.
Rencana
tindak lanjut pertama yakni pelatihan media sosial sebagai ruang dialog
dilaksanakan pada tanggal 21-23 Juli 2023. Para santri dan mahasiswa yang mengikuti
pelatihan ini diajarkan untuk lebih menyadari bahwa informasi yang ada di media
sosial sangat beragam terlebih banyak informasi yang tidak lengkap bahkan bisa
menjurus pada berita palsu/hoax.
Selain
itu peserta juga diajarkan untuk bagaimana cara berdialog dengan komentar yang
berbeda opini, konten yang mengandung kebencian. Seringkali ketika melihat konten
yang mengandung ujaran kebencian kita juga mudah terpancing dan mungkin terbawa
arus konten tersebut. Padahal kita belum tahu kebenaran dari konten tersebut, sehingga
perlu di check and recheck kembali kebenaran informasi yang dibaca melalui
sumber informasi yang memiliki kredibilitas yang baik.
Sebagai
santri dan mahasiswa yang berada di lingkungan pendidikan yang tinggi, perlu ditanamkan
bahwa dalam bermedia sosial harus memiliki sikap yang baik, diantaranya adalah dengan
cara tidak menyebarkan informasi yang bersifat hoax, ujaran kebencian.
Santri
dan mahasiswa diberikan bekal untuk mengembangkan pesan ramah sehingga dapat
bermanfaat bagi masyarakat luas. Melalui mengembangkan pesan ramah artinya peserta
membuat sebuah narasi alternatif yang dapat memberikan nuansa baru terhadap
konten-konten yang mengarah pada ujaran kebencian maupun berita bohong.
Diakhir
sesi dalam pelatihan ini peserta diajak berkunjung ke rumah ibadah yang berada
di kota pati, agar bisa menambah tali persaudaraan dan juga menepis prasangka
terhadap pemeluk agama lain. Dalam kegiatan pelatihan ini jumlah peserta yang
mengikuti adalah 8 peserta terdiri dari mahasiswa dan santri. Harapannya melalui
dari pelatihan ini adalah peserta tidak mudah terpengaruh terhadap konten yang dibagikan
melalui media sosial, terutama mendekati tahun 2024.